Raid Onboard Supermicro VS Raid Software

Discussion in 'Dedicated Server dan Colocation' started by GriyaHosting, 31 Jan 2012.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. GriyaHosting

    GriyaHosting Expert 1.0

    Messages:
    966
    Likes Received:
    76
    Trophy Points:
    28
    Dear all,
    Saya ingin bertanya yang sudah pengalaman menggunakan server supermicro, apa kelemahan Raid onboard supermicro dibanding dengan RAID software ?
    Karena dari data center saya disarankan menggunakan raid software dari pada onboardnya, apakah tidak rawan apabila hanya menggunakan raid software ? karena dengan raid software apabila master hdd rusak tentunya hdd secondary juga tidak akan bisa booting ..
    Mohon pencerahannya ya :)

    Salam,
     
  2. voezie

    voezie Hosting Guru

    Messages:
    1,771
    Likes Received:
    212
    Trophy Points:
    63
    Justru sebaliknya, lebih aman raid software, ini pernah saya alami waktu salah satu server saya bermasalah pada hardware nya (mainboard), dan hard disk raid pun tidak bisa diselamatkan (ikut rusak), untuk raid software yang terpenting adalah resource cpu dan memory harus benar2 cukup karena performance nya 100% mengandalkan resource cpu / memory, berbeda dengan raid hardware yang performance nya dibantu oleh sistem hardware raid itu sendiri tapi resikonya jika hardware raid bermasalah maka kemungkinan hard disk bermasalah itu lebih besar.
     
  3. rendy

    rendy Hosting Guru DWH Guardian Web Hosting (Company)

    Messages:
    2,792
    Likes Received:
    240
    Trophy Points:
    63
    setuju dengan ini
    recovery lebih cepat pake raid software
     
  4. budiono

    budiono Expert 1.0

    Messages:
    697
    Likes Received:
    65
    Trophy Points:
    28
    nah penjelasannya sudah disampaikan oleh para master di atas, sekarang saya tanya bro TS dan bro master2, server supermicro sama dell poweredge masih mendingan mana ya, dalam hal:
    1.harga (dengan spek yang sama)
    2.performa (stabil, naik turun)
    3.ketangguhan (bandel, awet)

    terakhir, di mana belinya supermicro di Indonesia? [di bhinneka ndak nemu, googling hanya dapat 1 vendor]


    thanks :)
     
  5. rendy

    rendy Hosting Guru DWH Guardian Web Hosting (Company)

    Messages:
    2,792
    Likes Received:
    240
    Trophy Points:
    63
    supermicro di mkl
    kalo soal awet ato engak, tergantung yah
    make server yang usianya udah diatas 2 tahun agaknya ketinggalan ya teknologinya
     
  6. perdhanahost

    perdhanahost Expert 1.0

    Messages:
    986
    Likes Received:
    147
    Trophy Points:
    43
    Iyap. Supermicro di Indonesia baru ada MKL yang resmi.

    Kalau soal harga, Supermicro jauh lebih baik dari yang kami tau (kami pakai beberapa server supermicro) dan waktu beli sudah dibanding2kan dengan beberapa merk lain. Supermicro tawarkan 2 hal:
    1. Spek sama harga lebih murah
    2. Harga sama spek lebih tinggi

    Yang sangat sangat menarik dari supermicro adalah dia tidak picky seperti merk-merk lain. Mau beli cuma casing dan motherboard lalu CPU, RAM dan hard disk beli sendiri di mangga dua juga okay aja. Merk lainnya? Kami punya beberapa pengalaman yang tidak terlalu menyenagkan dan berakhir harus pasrah dengan stok spare part dari vendor.

    Soal stabilnya, sejauh ini bagus koq. Bisa diperhatikan juga pemilihan spare part. Walaupun supermicro tidak picky, usahakan beli module RAM yang sudah terbukti handal. IMHO, jangan terlalu mengutamakan harga, karena biaya ini nanti terbayar oleh stabilitas server dan trust dari pelanggan :)
     
  7. 1stserver

    1stserver Hosting Guru Web Hosting

    Messages:
    1,801
    Likes Received:
    174
    Trophy Points:
    63
    Back to topic, lalu apa bedanya RAID Onboard dan RAID Hardware ya?
     
  8. hostingceria

    hostingceria Expert 1.0 Web Hosting

    Messages:
    673
    Likes Received:
    50
    Trophy Points:
    28
    Hardware:
    + Recovery untuk HDD pengganti lebih cepat
    + Kinerja baca tulis lebih cepat
    + Tidak membebani cpu/memori server
    + Hampir semua tipe mendukung hot-swap
    + Hardware branded berumur cukup panjang antara 3-5 tahun, non branded sekitar 1-3 tahun

    - Kalau tidak punya RAID Card cadangan ya runyam karena konfigurasinya RAIDnya dikunci untuk 1 tipe RAID Card
    - RAID Card terkenal mahal, apalagi yang branded (adaptec, etc)


    Software:

    + Recovery HDD sangat mudah dan tidak terikat pada 1 komputer (bisa langsung pindah ke server lain)
    + Kinerja tidak berbeda terlalu jauh selama kemampuan cpu/memori memadai

    - Recovery HDD pengganti sangat lambat
    - Kinerja lebih lambat dari hardware RAID, terutama dalam beban I/O tinggi
    - Membebani cpu/memory
    - Konfigurasi awal sedikit lebih ribet (buat saya sama saja)
    - Dukungan tipe RAID terbatas, rata2 hanya 0, 1, 10
    - Reliabilitas tergantung chipset dari motherboard

    monggo kalo ada yang mau nambahin
     
  9. perdhanahost

    perdhanahost Expert 1.0

    Messages:
    986
    Likes Received:
    147
    Trophy Points:
    43
    IMHO, kalau RAID cardnya tidak yang bagus sekalian (yang punya battery backup dan punya fitur2 yang cukup untuk melakukan tugasnya), lebih baik bergantung ke RAID software. Belakangan ini, bahkan motherboard untuk desktop pun sudah menyertakan fitur RAID. Tapi, fitur RAID yang disertakan ini fungsinya sangat mendasar. In case terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, untuk mengembalikan datanya tidak semudah RAID software yang kita bisa punya kendali lebih.
     
  10. perdhanahost

    perdhanahost Expert 1.0

    Messages:
    986
    Likes Received:
    147
    Trophy Points:
    43
    Setuju dengan yang ini. Tapi ini juga tergantung ukuran volume dan spesifikasi server. Dengan spesifikasi processor hari ini (misalnya Xeon seri 3400 atau 5400/5500 atau Opteron seri 1200, 2000 atau malah 6100/6200), beban ini tidak berat untuk volume sekitar 2TB - 6TB (volume seukuran ini normalnya ada di satu server yang sama, bukan server storage terpisah eg. NFS, SAN/NAS)


    Ini saya ngga' tau, software yang dipakai apa. Tapi dengan mdadm di linux, level-level seperti 4, 5, 6, 50, 60, dan 100 bisa dibuat dengan mudah koq :)
     
Loading...
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

Loading...