Review Twinpro Supermicro

Discussion in 'Dedicated Server dan Colocation' started by ngalam, 8 Sep 2015.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. ngalam

    ngalam Apprentice 1.0

    Messages:
    285
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    18
  2. perdhanahost

    perdhanahost Expert 1.0

    Messages:
    987
    Likes Received:
    147
    Trophy Points:
    43
    Kalau sekedar jadi pengguna, sudah pernah. Tapi kalau mengelola sendiri, belum pernah. Overall sama saja rasanya, kecuali I/O-nya. Entah kenapa, setiap kali pakai server-server jenis ini (pernah pakai yang MicroCloud dan 6026TT) dan storagenya pakai internal, selalu kena masalah bottleneck. Padahal, kalau pakai server dengan processor dan HDD yang sama, tapi dari jenis yang server ber-motherboard tunggal, masalah itu tidak ada. Mungkin teman2 yang lain juga pernah merasakan hal yang sama?
     
    ngalam likes this.
  3. mgilank

    mgilank Apprentice 1.0

    Messages:
    263
    Likes Received:
    34
    Trophy Points:
    28
    Server tangguh, selama ini hanya masalah pada ram. Kelebihannya pada sistem ipmi yang digunakan, bisa detek module ram mana yang bermasalah.
    untuk i/o belum nemu kendala tersebut.
     
    ngalam likes this.
  4. el_makong

    el_makong Hosting Guru

    Messages:
    1,105
    Likes Received:
    101
    Trophy Points:
    63
    kalau saya sih lebih suka karena bisa load balancing dan mirror maupun hot swapping with zero downtime.
    kelemahannya cuma 1...gk terlalu bisa di upgrade..alias limitasinya lebih kecil daripada single board..dan terkadang ada yang network interfacenya cuma 1(bergabung dari 2 node)..kalau mau tambah, mau gk mau beli NIC lagi..haha

    untuk bung @perdhanahost , itu bottleneck gimana?apa mungkin RAID cardnya?karena kalau saya, untuk server database dan development dengan akses cukup tinggi belum pernah merasakan adanya bottleneck kecuali dari networknya..

    ada juga mesin kawan saya, menggunakan twinblade yang per nodenya 2 physical cpu, dia gunakan untuk rendering animasi 3d..tidak pernah bottleneck hdd..hanya NIC..saya juga bertanya2..kenapa bisa ya?

    tambahan, agak susah menurut saya cari replacement board untuk twinblade maupun yang berbasis "blade"..kecuali order langsung ke MKL dan itupun musti tunggu sekitar sebulan baru datang..
     
  5. perdhanahost

    perdhanahost Expert 1.0

    Messages:
    987
    Likes Received:
    147
    Trophy Points:
    43
    Sama sebetulnya. Kami juga merasa aneh dengan kejadian2 yang kami terima. Pernah pakai Intel Xeon E3-1230V2 di MicroCloud, dan I/O disknya penuh sekali dengan proses2 yang ada. Sudah dituning dan gejala itu masih tetep ada. Sementara waktu dipindah ke SYS-5017C-MTF (singlenode rackmounted 1U) dan semua berjalan lancar. Dan ini terjadi lagi waktu pakai platform 1366 (dual Intel Xeon E5600 series). Saat pakai multinode server, gejala bottleneck di IO storage itu muncul lagi, namun di server lain yang wujudnya adalah singlenode server gejala itu tidak muncul.

    Kedua pengalaman di atas, kami hanya menggunakan server dari data center lain jadi tidak bisa cerita soal vendor RAID card dan konfigurasinya.


    Gampang. Di online marketplace seperti ebay banyak replacement yang ditawarkan. Board, PSU, SFP connector, bahkan sampai enclosurenya banyak sekali ditawarkan. Baik yang baru maupun bekas pakai. Kami sendiri sekarang lebih sering beli langsung ke US daripada via MKL.
     
  6. el_makong

    el_makong Hosting Guru

    Messages:
    1,105
    Likes Received:
    101
    Trophy Points:
    63
    wah..jujur kalo musti ke ebay, apalagi kiriman dari luar negeri langsung(tidak melalui distributor resmi), saya kurang berani.pernah tertipu.
    kalau dari MKL, saya lebih percaya karena 1, mereka adalah distributor resmi, 2, ada garansi dan jaminan yang jelas.
    dan kalau barang bekas, walaupun lebih murah, kita tidak tahu "cacat"nya dimana.jadi istilahnya "untung-untungan"..haha

    kalau masalah twin cloud, menurut saya memang sedikit kurang stabil apabila dibandingkan dengan full board(misal ATX form) karena memang kompresi yang dilakukan vendor cukup extrim.lebih baik cari blade server. walaupun enclosurenya sendiri bisa sampai 10jt..
     
  7. ngalam

    ngalam Apprentice 1.0

    Messages:
    285
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    18
    Terima kasih semua atas advicenya, akhirnya beli yg single node rack, menimbang ekspansi hardwarenya lebih leluasa.


    Salam.
     
  8. hostingceria

    hostingceria Expert 1.0 Web Hosting

    Messages:
    673
    Likes Received:
    50
    Trophy Points:
    28
    wah serius yang microcloud juga masalah bottleneck? padahal baru nyari2 alternatif server dan minat yang ini
     
  9. masiqbal

    masiqbal Expert 2.0

    Messages:
    869
    Likes Received:
    250
    Trophy Points:
    63
    Boleh share tertipu oleh seller siapa? Waktu itu beli apa?
     
  10. perdhanahost

    perdhanahost Expert 1.0

    Messages:
    987
    Likes Received:
    147
    Trophy Points:
    43
    Pengalaman kita waktu itu, begitu. Dan karena coba dua kali bolak-balik dari micro cloud ke rack mounted hasilnya sama, kita punya kesimpulan kayak gitu. Aneh juga, memang. Sayangnya kita ngga' ada akses ke fisik jadi ngga' bisa coba2, misalnya ganti RAID card dengan jenis lain atau ganti komponen2 lain untuk tau biang masalahnya.
     
Loading...
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

Loading...