[TANYA] Jenis ijin usaha yang cocok untuk usaha hosting, Domain seller & Web Develop

Discussion in 'Bisnis Web Hosting' started by sensestudio, 19 Sep 2012.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. sensestudio

    sensestudio Beginner 1.0

    Messages:
    10
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    halo rekan-rekan DWH yang saya hormati,

    saya baru merintis usaha Website Developer, Hosting dan domain seller,
    sebenernya sudah sekitar beberapa bulan lalu, tapi saya belum urus ijin, karena masih cari2 tempat untuk office dan menyelesaikan manajemen system.

    dan sekarang, saya mau urus ijin untuk usaha saya tsb..

    pertanyaan saya

    Ijin usaha apa kah yang sebaiknya saya gunakan (UD/CV) kalau PT menurut saya belum dulu, dan apa alasanya menurut rekan-rekan sekalian ?
     
  2. thebudiman

    thebudiman Poster 2.0

    Messages:
    193
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    18
    masalah siup ini tentunya agak bingung memang, untuk melihat detail siup apa yang cocok kita pakai bisa cek dokumen BLKI, bisa browse via google. kami sendiri siup masih di bidang konsultan TI karena basic kami adalah software house.

    munkin para master lain bisa sharing untuk masalah SIUP bidang per hostingan ?
     
    sensestudio likes this.
  3. BOCindonesia

    BOCindonesia Expert 1.0

    Messages:
    649
    Likes Received:
    155
    Trophy Points:
    43
    Awal alasan pendirian badan usaha / badan hukum lebih ke kekuatan finansial saja. Kami masih CV karena kekuatan dana yg ada waktu itu. Dan lambat laun sesuai target akan berubah ke PT.

    UD sepertinya bisa dipertimbangkan. Toh web hoting dan domain name kan Usaha Dagang juga kan? Coba saja :)
     
  4. thebudiman

    thebudiman Poster 2.0

    Messages:
    193
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    18
    ini bicara soal badan hukumnya atau siup (surat ijin usaha ) ?

    kalo badan hukum setuju dengan Tuan bali orange, step by step kami pun masih cv namun lagi proses ke notaris. terganjal di nama ternyata ada yang mempatenkan jadi harus cari feng sui nama baru :(

    kalo soal SIU dari dept perdagangan bagaimana bro BOC ?
     
    sensestudio likes this.
  5. Tujuh.NSX

    Tujuh.NSX Beginner 2.0

    Messages:
    59
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    8
    Kalau modal dibawah <50jt sebaiknya CV. dulu tapi kalau udah >50jt bisa langsung ke PT. Tapi ribet juga sih kalau bikin PT, kebanyakan yang harus diurus :D


    Kalau menurut saya, karna masih baru mending CV. dulu aja! nanti kalau udah rame dan memiliki cukup dana (pendapatan) kan bisa Upgrade (naik) ke PT. CMIIW
     
    sensestudio likes this.
  6. BOCindonesia

    BOCindonesia Expert 1.0

    Messages:
    649
    Likes Received:
    155
    Trophy Points:
    43
    SIUP, TDP yang mengeluarkan Dinas Perijinan kok.
     
    sensestudio likes this.
  7. sensestudio

    sensestudio Beginner 1.0

    Messages:
    10
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1


    sebelumnya terima kasih banyak untuk informasi dan saran2nya,
    iya, alasan saya untuk tidak pakai badan usaha PT juga sama, skala perusahaan yang belum besar,
    jadi dari rekan2 diatas, lebih prefer ke CV ya.

    kalau begitu saya coba pelajari tentang badan usaha CV, sekali lagi terima kasih
     
  8. mojopahit

    mojopahit Beginner 2.0

    Messages:
    45
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    Saya sudah 5 tahun mempergunakan izin usaha CV. bahkan SIUP dan TDP sudah masuk proses perpanjangan 5 tahun kedua. Sebetulnya gak ada batasan kalo skala bisnis harus CV atau PT, ataupun permodalan. kalau jadi rekanan di pemerintahan yang dilihat KDPT, kemampuan ini dihitung dari nilai pekerjaan terakhir yang dikerjakan oleh badan hukum tersebut.
    Saya aja masih mencantumkan permodalan 25 juta sampai hari ini. Mungkin PT lebih diarahkan pada usaha yang spesifik dan melibatkan sertifikasi khusus (salah satunya ISP itu harus pake PT karena melibatkan sertifikasi dari Deparpostel dan Depkomnfo).
    Mungkin paling penting adalah pelaporan pajak bila anda pake CV harus melaporkan SSP Pasal 25 dan PPh Pasal 21/26 (setiap bulannya sebelum tanggal 20) dan PPH Pasal 29 (setiap tahun), kalo anda mendaftarkan sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak) berarti harus melaporkan setiap transaksi penjualan yang dikenai PPN (dilaporkan setiap bulan sebelum tanggal 30).
     
  9. sinji

    sinji Apprentice 1.0

    Messages:
    334
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    18
    nah kemarin sempat mikir2 mau buat badan usaha,,tp galau di pajaknya,,
    yang enak PT atau CV ya..karena saya lihat pajak CV 25% dan pajak PT hanya 5% kalo dibawah 50juta..

    mohon info pajak dari rekan2 hoster yang sudah berbadan usaha
     
  10. mojopahit

    mojopahit Beginner 2.0

    Messages:
    45
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    Seingat saya pajaknya 25% itu untuk omset dibawah 1M bukan liat CV/PT, tapi menurut Waskon di KPP tempat kantor pajak saya ada peraturan baru (PPH Pasal 29) 25% itu turun jadi 14%. Saya sendiri laporan pajak PPH Pasal 25 setiap bulannya saya buat nihil, karena saya melakukan nilai akumulasi di Pasal 29 (PPH Pasal 29).
     
Loading...
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

Loading...