Open Source Vs Commercial / Proprietary

Discussion in 'Web Hosting' started by SeoWaps, 8 Sep 2015.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. SeoWaps

    SeoWaps Apprentice 1.0

    Messages:
    206
    Likes Received:
    31
    Trophy Points:
    28
    Ada sebuah perang dalam dunia hosting antara pembela open-source dan pendukung produk komersial. Sehingga pada akhirnya muncul sebuah pertanyaan, apakah suatu individu atau kelompok harus menggunakan open-source atau produk komersial yang berlicense ?

    Produk open source sering dipandang sebagai kekurangan biaya secara finansial dan biasanya mengacu pada dunia akademik, pengembang atau non-profit, sedangkan Commercial / Proprietary di miliki dan dimonopoli oleh suatu perusahaan dan biasanya dengan lisensi untuk dapat menggunakannya. Segala kelemahan ( bug ) Open source biasanya dapat diselesaikan dengan cepat melalui jaringan luas para pengembang; sebagai lawan dari pihak komersial software. Sedangkan pihak komersial mengklaim bahwa produknya lebih diandalkan. karena telah lolos uji secara ketat sebelum melepaskan ke pasaran dan memberikan opsi dukungan 24 x 7 untuk pelanggan yang tidak mampu mengatasi masalah layanan karena bug perangkat lunak. Selain itu produk komersial jauh lebih rentan terhadap serangan hacker daripada produk Open source. Komunitas hacker lebih akrab dengan kode sumber open source dan karena itu, mampu untuk memperbaiki dan menyempurnakan kembali dengan cepat dan lebih mudah daripada software komersial. Tapi apakah ini benar-benar terjadi ?
     
  2. el_makong

    el_makong Hosting Guru

    Messages:
    1,103
    Likes Received:
    101
    Trophy Points:
    63
    setau saya, memang namanya hacker sejati itu harus memahami kode program..karena memang salah satu syarat EC Council itu juga paham kode program..kalo cuma pake script2 bikinan orang, biasanya di sebut "script kiddies"..
    kenapa programmer(tidak hanya hacker) yang suka open source?alasannya sebenarnya simpel. program tersebut di dukung oleh komunitas yang biasanya adalah programmer juga.respon bisa lebih cepat dan bisa mendapatkan solusi yang bisa menjadi pelajaran di kemudian hari.
    namun, kelemahan open source adalah kode sumber dapat di baca dan dapat dilihat kelemahannya secara mudah(dibandingkan dengan produk komersial yang biasanya di encrypt.)
    dengan mudahnya di akses kode sumber suatu program, apabila penggunanya paham dengan bahasa pemrograman yang digunakan, besar kemungkinan pengguna tersebut dapat memperbaiki, mengkostumisasi kode program tersebut dengan lebih mudah
    dan biasanya yang open source itu gratis...hehe

    CMIIW
     
    Last edited: 9 Sep 2015
    SeoWaps likes this.
  3. sentabi

    sentabi Expert 1.0

    Messages:
    681
    Likes Received:
    35
    Trophy Points:
    28
    kalo untuk hosting lebih milih pake closed source :)

    contoh : solusvm, vmware

    belum ada padanan open source yang sekelas. bukan masalah codenya bisa di modifikasi atau ngganya, emang berapa persen orang yang pernah ngecek source code proyek open source hehe
     
  4. el_makong

    el_makong Hosting Guru

    Messages:
    1,103
    Likes Received:
    101
    Trophy Points:
    63
    sedikit setuju dan sedikit kurang setuju saya bang..
    sebenernya sih kalo closed source, malah jadi banyak yg bikin decoder atau nullednya..kerugiannya?ya sbnernya cukup jelas sih..dari developernya juga rugi.tapi, kalo open source, apa yg rugi?
    pendapatan developer closed source biasanya masuk ke perusahaan atau team pengembang software tersebut..makanya kita bisa lihat, biasanya yang closed source updatenya cuma dari 1 source.yg open source dari community..seperti github atau situs sejenis..mengembangkan software yg open source, tapi tetap melihat dari source inti(base)nya..
    contoh sederhana sih dari WHMCS..closed source..kalau kita mau pengembangan, misalnya mau bikin modul sendiri, itu harus beli langsung ke pihak WHMCSnya..baru bisa dapet developer resource terbarunya..dan kita lihat seberapa banyak yg nulled?buanyak bingits..hahaha
     
  5. sentabi

    sentabi Expert 1.0

    Messages:
    681
    Likes Received:
    35
    Trophy Points:
    28
    kalo itu sih lebih ke masalah gratis atau ngga nya :D kalau open source dari mana uangnya? berapa ribu pengguna open source di indonesia, kayanya yang berkontribusi ke dunia open source dibawah 5%.

    Github closed source makanya banyak developer open source kurang setuju hosting disana. Kalau di teori opensource emang keren, tapi kalo kita sebagai developer yang hasil karya kita digunakan orang lain untuk tujuan komersil tanpa pernah berkontribusi balik gimana?

    Intinya tetap ke masalah gratis dan ngganya kan. WHMCS dia ada API, jadi masih bisa dibuat plugin.
     
  6. mustafaramadhan

    mustafaramadhan Hosting Guru

    Messages:
    3,237
    Likes Received:
    857
    Trophy Points:
    113
    Keberhasilan tidak selalu diukur dengan uang.
     
    Nina Prasetyo, jetdino and SeoWaps like this.
  7. Indodata

    Indodata Apprentice 1.0

    Messages:
    325
    Likes Received:
    35
    Trophy Points:
    28
    setuju, :D
    tapi kebutuhan membutuhkan uang :D #eh

    menurut pandangan saya, para developer opensource itu menyalurkan hobi dan kesenangan dalam projectnya. mungkin dengan memberikan karyanya ke public akan merangsang developer2 lain untuk berkarya. ex : zPanel yang dikembangkan sekarang menjadi Sentora Panel. :D CMIIW
     
  8. mustafaramadhan

    mustafaramadhan Hosting Guru

    Messages:
    3,237
    Likes Received:
    857
    Trophy Points:
    113
    Rejeki sudah ada yang mengatur (baca: karunia Allah). Kewajiban manusia adalah 'berusaha' (baca: berbuat baik untuk kehidupan yang lebih baik bagi semua).
     
  9. idnix

    idnix Hosting Guru

    Messages:
    1,003
    Likes Received:
    189
    Trophy Points:
    63
    permisi ijin nyimak. saya gak paham yg gini2an
     
  10. el_makong

    el_makong Hosting Guru

    Messages:
    1,103
    Likes Received:
    101
    Trophy Points:
    63
    nah ini saya setuju kedua duanya..
    kebutuhan kita membutuhkan uang.. <<saya setuju banget.
    developer menyalurkan hobi?setuju banget.
    rangsangan untunk developer lain?bisa jadi..

    masalah duit dari open source, biasanya dari donasi2 yang masuk.tapi juga sebagai tantangan pribadi untuk mengembangkan software tersebut.
    meningkatkan reputasi diri, terutama developer yang baru masuk ke dunia pengembangan software.
    open source software yang digunakan oleh orang banyak sbnernya jadi kebanggaan tersediri untuk developernya loh..jadi bukan cuma masalah materi saja..
    sifat open source, yang full open source, bukan partially encrypted(apalagi partially open source), sebenarnya memang untuk berbagi konsep pemrograman. dan dari situ, developer yang melakukan fork(istilah dalam GIT), biasanya melihat konsep dan metode yang digunakan. dari situ juga biasanya developer belajar hal baru yang sudah di aplikasikan.bukan hanya "language documentation" (contoh: php.net untuk language documentation, sourceforge untuk contoh aplikasi dalam program).

    CMIIW. saya hanya mahasiswa yang masih suka "ngintip" kode program orang..hahaha
     
Loading...
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

Loading...