Uptime Discussion


xborgusr

Beginner 1.0
Hi semuanya. Sepertinya thread disini tuh sepi banget ya, cuma ada beberapa postingan aja dalam setaun.

Nah saya mau cari point of view soal uptime.

Definisi uptime itu kan jumlah waktu dimana server bisa diakses dalam suatu periode tertentu, ya normalnya hitungan bulan.

Seperti yang kita tau bersama:
- 99,99% artinya 4.38 menit downtime
- 99,9% artinya 43.83 menit
- 99% artinya 7.31 jam

Nah tapi provider itu hosting (terutama di Indonesia, maaf buat para hoster ya), menurut saya tricky kenapa:
- Ada banyak yg ngeclaim 99,9% bahkan 100% uptime tapi baru bisa diklaim kalo downtime 1 jam
- jadi kalo katakanlah tiap bulan down 4 jam, misalnya 30 menit sampai 4 jam, tapi karena ga bisa diakumulasi ya jatuhnya ga bisa diklaim karena down padahal 4 jam itu itungannya udah jadi 99,45%
- anehnya ada yg klaim 100% tapi nunggu sejam dulu baru bisa diklaim. Kenapa yg 100% ini ga nulis aja 99% kalo emang gak yakin

Sependek pengalaman saya pakai VPS indonesia dari yg paling murah 48 ribuan - >100 ribuan / bulan (spek yg sama dengan 48 ribuan).

Downtimenya itu berkisar 10 - 40 menit per bulan, sejauh ini belum ada yg bisa hit di 100% (kalau diliat uptime history, ada yang bisa hit 3 bulanan 100% uptime yaitu idcloudhost, cuma belum saya coba)

Nah, maaf seribu maaf nih ya, kalau kita bandingin dengan VPS luar negeri. Contoh aja onidel, itu harganya (5 USD), saya udah pakai uptime 3 bulan hit 100%, singapore. Yang paling tangguh itu Hetzner, pernah hampir setaun pake ga tercatat down.

Dan ada beberapa contoh juga dimana yg klaim uptime 100% itu tidak perlu nunggu down 1 jam dulu baru diklaim misalnya Upcloud, down 5 menit aja bisa diklaim.

"For all unscheduled interruptions in the provision of the Service that last longer than five (5) minutes"

Ya tentu kita taulah, uptime 100% itu ga bisa dicapai karena ada beberapa faktor. Disitulah ada yang namanya "cloud" / failover. Nah cuma saya penasaran aja tuh sama beberapa point dibawah

1. Kenapa klaim SLA harus misalnya tunggu sejam dan tidak bisa akumulatif
2. Apakah Indonesia struktur memang kurang bagus dalam hal ini ? Saya udah pernah pakai salah satu provider yg dacennya di DCI, downtimenya di 10 - 20 menitan
3. Kenapa provider Indonesia jarang yang mau kasih 99,99%

Okelah, mungkin jawabannya (saya tebak ya). "Maunya murah tapi bagus", ini antara ya dan tidak. VPS ID 250 ribuan per bulan juga uptimenya 99,9% dan balik ke point 1 diatas

Provider luar misal yang saya sebut, onidel itu bisa bagus banget uptimenya dengan harga kompetitif :)

Apakah modal berpengaruh ? Ya modal berpengaruh tapi balik lagi perusahan modal besar juga balik ke point 1.

Tidak bermaksud membandingkan tapi berusaha untuk menjabarkan apa yang ada di pikiran saya

Catatan: supaya perspektifnya sama, downtime ini diluar serangan DDoS, force majeur, dan kesalahan user ya.

Terima kasih
 
1. Perihal klaim SLA ini aneh harus nunggu sejam/akumulatif
2. Infra kita rentan khususnya DC diluar cyber building. minimal provider hosting harus punya 2 kaki & 2 provider. kalau cuma 1 provider tapi claim nya 2 kaki terkadang masih manual atau kalau sudah sekelas NAP seperti Indosat, XL, dan sederajat biasanya otomatis failover.

Ini kejadian kemarin DC Asn*t fo cut karena kabel jakpro di depan M-TEN kena gunting, info nya 3 kaki dsb tapi info tenant di sana blackout.

Baru bicara L1 (kabel) belum L3 (routing), beberapa rekan masih belum direct ke tier-1 karena mahal sehingga masih melalui tier-2 (NAP) atau tier-3 (ISP). Hal ini juga menyebabkan kita sedikit sulit mengejar SLA mengingat terkadang provider ini punya kelemahan masing2.

NAP "murah" sering terjadi degrade disisi kabel ke Singapore karena ya mahal dan rata2 menggunakan kabel BPJS (B2JS), tapi bisa jadi ada kejadian lain.. kemarin ada salah satu NAP termasuk "murah" backhaul mereka di Indonesia congest karena salah satu kabel ke core mereka fo cut. ternyata menggunakan kabel jakpro juga.. hikss.. di moment yang sama :'(

NAP ini juga tier-1 nya kadang "murah", biasa kami temukan itu Cogent & HE. HE ini bisa dibilang bukan tier-1 melainkan provider yang mengumpulkan prefix dari beberapa exchange jadi ya kualitas nya tergantung port di exchange tersebut. Cogent ini di APAC khususnya sering banget high latency, kalau urusan EU & US Cogent termasuk bagus.

ISP juga sama, kadang hanya kejar "murah" ya karena mereka fokus ke retail mitra dll sehingga yaa tau sama tau. jadi perihal point 2 ini banyak sekali faktor X dan Y.
3. Karena rata2 masih 99% - 99.9%. banyak lebih khawatir network blackout dibanding data center blackout menurut kami.
 
Back
Top