Pola Makan Sehat Bergizi dan Seimbang


akizaku

Beginner 2.0

Pola makan yang sehat sangat penting dalam kehidupan kita.

Pola inilah yang akan sangat membantu tubuh kita agar lebih sehat dan terhindarnya dari berbagai macam penyakit.

Sebaliknya, jika kamu mengikuti pola yang tidak sehat.

Maka, akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap penyakit.

Untuk membangun pola makan yang sehat dan bergizi.

Bahwa itu perlu adanya kesadaran dan ketaatan yang disiplin.

Sebab banyak godaan yang lebih besar untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Seiring dengan perkembangan zaman.

Perubahan gaya hidup masyarakat telah mempengaruhi pola makan dan kesehatan.

Perubahan itu menimubulkan sebagian masyarakat cenderung menyukai makanan yang kandungan gizinya tidak seimbang.

Selain itu, pemikiran yang serba instan juga yang menjadi penyebab banyak orang untuk mengonsumsi makanan cepat saji.

Padahal, kita tahu bahwa makanan-makanan tersebut merupakan makanan yang tidak alami dan kandungan gizinya bukan 4 sehat 5 sempurna.

Perubahan-perubahan seperti itulah yang dapat dengan mudahnya memicu timbulnya berbagai penyakit degenerative di usia muda.

Dan itu sangat merugikan terutama bagi kaum generasi penerus bangsa.

Sekarang ini, banyak masyarakat yang kesulitan untuk mengontrol pola makannya.

Hal itu disebabkan, mereka seringkali sulit untuk mengendalikan hawa nafsu untuk memakannya sampai timbulnya kepuasaan.

Sebagian dari masyarakat juga lebih memilih pola makan dengan porsi yang banyak.

Mereka tidak menyadari bahwa makanan yang dikonsumsi sudah berlebihan dan tidak sesuai dengan porsi yang semestinya.

Padahal jika mereka sadar akan efek samping makan berlebih.

Tentu mereka akan berpikir kembali untuk melakukannya.

Akibatnya, masalah-masalah kesehatan lebih mudah timbul apabila makan terlalu banyak.

Memilih makanan sehat adalah salah satu upaya menjaga kesehatan.

Begitu juga dengan menghindari makanan-makanan yang tidak sehat.

Namun, sekarang ini, masyarakat kurang cerdas dalam memilih makanan.

Mereka hanya memikirkan enak dan murahnya saja tanpa berpikir apakah makanan tersebut sehat atau tidak.

Padahal, makanan yang sehat itu sebenarnya jauh lebih terjangkau dan mudah didapat.

Asalkan mereka tahu bagaimana cara hidup sehat dan perlu menambah ilmu pengetahuan tentang makanan sehat.

Rumusan Masalah
  • Bagaimana pola makan yang sehat?
  • Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kebiasaan makan?
  • Apa saja menu makanan sehat itu?
A. Pola Makan yang sehat
Ada dua hal yang harus ada dari pola makan sehat, yaitu makanan yang sehat dan pola makan.

Makanan yang sehat, yaitu makanan yang didalamnya terkandung zat-zat gizi.

Zat-zat gizi tersebut adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Sedangkan pola makan adalah kebiasaan makan seseorang setiap harinya.

Jadi, pola makan sehat adalah suatu cara untuk mengatur jumlah dan jenis makanan dengan tujuan untuk mempertahankan kesehatan, status gizi dan mencegah timbulnya penyakit.

1.) Kriteria

Man with pen and questionnaire. 3d
Untuk memperoleh pola makan yang sehat, terdapat tiga kriteria yang harus kita penuhi,yaitu keseimbangan jumlah energi, zat gizi yang harus terpenuhi, dan pengaturan pola makan.

a.) Keseimbangan Jumlah Energi
Jumlah energy yang masuk dan makanan dengan jumlah energi yang kita butuhkan haruslah seimbang.

Jika, energi yang masuk lebih besar dari tenaga yang dibutuhkan, maka berat badan akan berlebih.

Komposisi gizi pun harus seimbang, misalnya karbohidrat 60%, protein 15% dan lemak sebanyak 25% dari total kebutuhan energi.

Selain itu, terpenuhi vitamin dan mineral yang sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan.

b.) Zat Gizi Terpenuhi
Makanan yang dikonsumsi harus mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak dan sebagainya.

Untuk itu, dianjurkan harus mengonsumsi aneka ragam makanan.

Hal ini penting dilakukan karena tidk ada satu bahan makanan pun yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan gizi.

Karbohidrat dapat dipenuhi dengan mengonsumsi bahan makanan seperti beras, terigu, gandum, ubi dan jagung.

Sebaliknya, memilih makanan sumber karbohidrat yang berserat tinggi

Tubuh membutuhkan asupan serat lebih dari 25 gram tiap hari.

Pemenuhan zat gizi protein juga harus lengkap dan seimbang, yaitu antara protein nabati dan hewani.

Protein nabati didapatkan dari kedelai, tempe dan tahu.

Sedangkan protein hewani bersumber dari daging dan ikan.

Disamping itu, tubuh manusia juga membutuhkan lemak.

Akan tetapi, khusus untuk lemak ini asupannya harus diawasi dan dibatasi.

Jika konsumsi lemak terlalu banyak, maka dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.

Lemak bisa didapatkan dari keju, margarine, minyak kelapa sawit dan lemak daging.

Sebagai zat tambahan, namun tidak kalah pentingnya, tubuh kita juga membutuhkan vitamin dan mineral.

Untuk mendapatkan vitamin A, kita dapat mengonsumsi wortel, hati, sayuran, dan susu.

Kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi dengan mengonsumsi telur kuning, ikan dan susu.

Untuk menyuplai kebutuhan vitamin E, bisa dilakukan dengan mengonsumsi kedelai, kacang-kacangan dan minyak.

Kebutuhan vitamin K dapat dipenuhi dengan mengonsumsi bayam, brokoli dan wortel.

Sedangkan kebutuhan vitamin B dapat dipenuhi dengan mengonsumsi telur, gandum, ikan dan susu.

Kebutuhan tulang akan kalsium bisa dipenuhi dari ikan, kedelai dan susu.

c.) Pengaturan Pola Makan
Bagian ini juga perlu diperhatikan.

Dengan jadwal makan yang teratur, maka keseimbangan antara kebutuhan tubuh dan makanan yang masuk juga akan terpenuhi.

Sebaiknya, makanlah dalam jumlah yang sedikit dengan jangka waktu sering dan teratur.

Hindari makan dengan porsi banyak, tapi tidak teratur.

2. Penerapan

a.) Mencermati Bahan-bahan Makanan Sebelum Dikonsumsi
Makan adalah aktivitas yang dilakukan untuk salah satunya mendapatkan atau menunjang kesehatan tubuh.

Oleh karena itu, makanan merupakan faktor yang sangat menentukan bagi kesehatan tubuh.

Maka, aktivitas makan hendaklah diperhatikan secara cermat dan hati-hati perihal bahan makanan yang hendak dikonsumsi.

b.) Perbanyak Konsumsi Makanan dari Sumber Nabati
Makanan yang bersifat nabati merupakan salah satu jenis makanan terbaik bagi manusia mengingat terkandung serat dalam jumlah cukup didalamnya.

Kandungan serat yang cukup merupakan salah satu syarat bahan makanan yang baik dan sehat.

Bahan makanan dari tumbuhan merupakan bahan makanan utama sumber karbohidrat, serat, vitamin larut air, mineral dan antioksidan.

Mengonsumsi bahan makanan yang mengandung antioksidan dapat membantu menurunkan kadar radikal bebas di dalam tubuh.

Dengan mengonsumsi 2-4 porsi buah-buahan dan 305 porsi sayur-sayuran tiap hari.

Maka, kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi tersebut dapat terpenuhi.

Selain itu, konsumsi sayur dan buah yang cukup juga dapat menurunkan risiko terkena kanker sebesar 20%.

c.) Perbanyak Jumlah Makanan Serat
Mengonsumsi karbohidrat kompleks dan makanan berserat merupakan pilihan yang tepat untuk mencegah obesitas dan kanker.

Serat yang terkandung dalam sayur dan buah tdak dapat dijumpai dalam daging, susu, keju maupun minyak.

Dengan mengonsumsi serat, rasa kenyang terasa lebih lama dan tubuh dapat menyerap zat gizi dari makanan dengan baik.

Serat juga dapat mengikat asam empedu yang mengandung kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh lewat asam tinja.

Sehingga kadarnya akan turun.

Manfaat lainnya yang taka kalah penting adalah efek anti sembelit yang dimilikinya.

d.) Meminimalkan Penggunaan Lemak Jenuh
Lemak jenuh yang terkandung pada produk hewani seperti daging dan keju.

Akan meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung koroner.

Bahan pangan yang dapat digunakan untuk menggantikan lemak jenuh adalah minyak nabati.

Lemak nabati seperti minyak zaitun dan minyak canola juga mengandung lemak tak jenuh.

Selain mengurangi risiko penyakit, minyak nabati relatif tidak meningkatkan berat badan loh!

e.) Variasi Makanan
Menyusun menu makanan secara bervariasi dengan menggunakan berbagai jenis makanan dapat memenuhi semua kebutuhan tubuh akan berbagai nutrisi.

f.) Bahan Makanan Alami
Pilihlah bahan makanan yangm masih organik. Proses pengolahan bahan makanan yang panjang sering kali turut menghilangkan zat gizi dan nutrisi yang terkandung didalamnya.

g.) Makan Secukupnya
Maksudnya, dalam artian jangan sampai kekurangan.

Namun juga janganlah berlebihan.

Kekurangan zat gizi karena makan terlalu sedikit sudah tentu akan menyebabkan gangguan pada tubuh.

Tubuh tidak memiliki bahan bakar yang cukup untuk menjalankan proses metabolisme sehari-hari dan membangun kekebalan dalam tubuh terhadap penyakit.

Namun demikian, makan yang berlebihan juga akan menyebabkan penimbunan bahan makanan yang tidak terpakai.

Kuncinya adalah makan secukupnya dengan menu yang seimbang.

h.) Makan Secara Teratur
Pola makanan mengikuti siklus matahari.

Jadi, diharuskan makan secara teratur.

Karena ada jam-jam tertentu dimana organ pankreas mengeluarkan enzim.

Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan dan beberapa hormon penting, seperti insulin.

Pada saat persediaan makanan tidak ada, enzim tersebut akan memakan waktu dimana kelenjar pankreas aktif adalah:

  • Saat sarapan pagi sekitar pukul 06.00-08.00,
  • Waktu makan siang sekitar pukul 12.00-13.00,
  • Dan makan malam 18.00-19.00.
Sebaiknya dikonsumsi dua jam setelah makan.
 
Last edited by a moderator:

trias

Expert 1.0
Info seperti ini sangat perlu saat dimasa pandemi seperti ini.
untuk tetap menjagakesehatan dari pola makan
 

Top