Provider Indonesia Terkesan Kurang Informatif


Mungkin malu ketahuan speed network nya om, mungkin malu ketahuan reseller om.

Makanya banyak orang usaha/company/web/blog sendiri lebih memilih lokasi kebanyakan minimal lokal ke SG daripada di lokal sendiri. Karna baik aksesnya ke lokal baik aksesnya ke internasional karna memang kelasnya di akui dunia. Tapi teknisnya support harus berbahasa English kalau problem gak bisa pakai bahasa daerah lokal hehe.. namun hal pertanyaan itu sangat transparan
iya sih, saya sendiri sebenernya pingin pakek vps dalam negeri. cuma untuk dapet informasi2 ini sangat sangat dibatasi. jadinya susah sendiri mau milihnya.
 
berarti rata2 provider indo masih pada reseller ya om? cuma karena takut customer hilang, mending mereka menyembunyikan informasi tersebut.

klo aku malah berpikirnya apakah mereka malu jika menuliskan misal port speed 100 Mbps.

tapi ada perusahaan luar yang berani terang2an kasih tau port speed mereka walau cuma 30 Mbps.
lebih tepat nya mereka masih menggunakan IP & infra provider dan terkadang terbentur di budget sehingga tidak bisa provide besar.

cuma ya disini saya lihat tren nya upstream (provider) jualan, downstream (client) jualan.. jadi nggk neutral atas jualan. pelan2 membunuh klien dia sendiri.

kalau diluar saya lihat nggk semua nya dimakan, contoh Onidel. mereka upstream Host Universal & SG.GS untuk SG. Host Universal nggk jualan VPS cuma bare metal & colocation., Onidel bisa improvisasi lebih di segmen VPS.

Kalau disini kan nggk, jualan web hosting, VPS, bare metal, ddos protection, colocation, managed services, semua di embat :15:
 
lebih tepat nya mereka masih menggunakan IP & infra provider dan terkadang terbentur di budget sehingga tidak bisa provide besar.

cuma ya disini saya lihat tren nya upstream (provider) jualan, downstream (client) jualan.. jadi nggk neutral atas jualan. pelan2 membunuh klien dia sendiri.

kalau diluar saya lihat nggk semua nya dimakan, contoh Onidel. mereka upstream Host Universal & SG.GS untuk SG. Host Universal nggk jualan VPS cuma bare metal & colocation., Onidel bisa improvisasi lebih di segmen VPS.

Kalau disini kan nggk, jualan web hosting, VPS, bare metal, ddos protection, colocation, managed services, semua di embat :15:
Reseller semua di embat ya om. Blum lagi open situs resellernya (ngaku providers) masih shared hosting.. ehh buka layanan colo, DDOS protection, bare metal/dedicated pula . Baik-baiklah memilih.. cek ASN malah ke Sono..
 
lebih tepat nya mereka masih menggunakan IP & infra provider dan terkadang terbentur di budget sehingga tidak bisa provide besar.

cuma ya disini saya lihat tren nya upstream (provider) jualan, downstream (client) jualan.. jadi nggk neutral atas jualan. pelan2 membunuh klien dia sendiri.

kalau diluar saya lihat nggk semua nya dimakan, contoh Onidel. mereka upstream Host Universal & SG.GS untuk SG. Host Universal nggk jualan VPS cuma bare metal & colocation., Onidel bisa improvisasi lebih di segmen VPS.

Kalau disini kan nggk, jualan web hosting, VPS, bare metal, ddos protection, colocation, managed services, semua di embat :15:

kalau ini lebih ke skema bisnis, tapi memang di indonesia prefer All in One, jarang yang niche, bisa jadi karena manage beberapa website / brand ga mudah.
tapi btw banyak cloud ternama juga palugada.
 
lebih tepat nya mereka masih menggunakan IP & infra provider dan terkadang terbentur di budget sehingga tidak bisa provide besar.

cuma ya disini saya lihat tren nya upstream (provider) jualan, downstream (client) jualan.. jadi nggk neutral atas jualan. pelan2 membunuh klien dia sendiri.

kalau diluar saya lihat nggk semua nya dimakan, contoh Onidel. mereka upstream Host Universal & SG.GS untuk SG. Host Universal nggk jualan VPS cuma bare metal & colocation., Onidel bisa improvisasi lebih di segmen VPS.

Kalau disini kan nggk, jualan web hosting, VPS, bare metal, ddos protection, colocation, managed services, semua di embat :15:
tapi klo saya boleh tanya, hubungan dengan informasi yang lebih spesifik seperti port speed kenapa rata2 provider Indonesia (VPS Indonesi) mereka tidak berani nemapilkan ya om?
sering lihatnya cuma "10 Gbps lokal + 300 Internasional." klo enggak gitu mereka nampilin peering mereka.
 
Reseller semua di embat ya om. Blum lagi open situs resellernya (ngaku providers) masih shared hosting.. ehh buka layanan colo, DDOS protection, bare metal/dedicated pula . Baik-baiklah memilih.. cek ASN malah ke Sono..
Lebih tepat nya si penyedia reseller.

kalau ini lebih ke skema bisnis, tapi memang di indonesia prefer All in One, jarang yang niche, bisa jadi karena manage beberapa website / brand ga mudah.
tapi btw banyak cloud ternama juga palugada.
Padahal kalau tidak All in one lebih seru dan nyaman, kita sendiri awal nya juga All in one semua kita makan tapi makin kesini setelah di review jauh lebih baik kita fokus ke satu atau dua layanan. kalau saya lihat lebih ke sikap owner bisnis nya seperti apa sih :105:

mungkin ada beberapa cloud yang palugada, tapi coba kita cek beberapa provider fokus di segment tertentu bare metal: ReliableSite, FiberState. kalau dicek network besar, server yang di provide mutakhir jadi ada kualitas yang di jual. sekarang coba kita lihat yang terkenal layanan VPS murah & besar: Contabo. masih juga banyak kendala apalagi yang semua nya di jual.. memang tidak salah tapi alangkah lebih baik kita fokus ke satu, dua atau tiga layanan. bagi2 kue tidak buruk kok.

tapi klo saya boleh tanya, hubungan dengan informasi yang lebih spesifik seperti port speed kenapa rata2 provider Indonesia (VPS Indonesi) mereka tidak berani nemapilkan ya om?
sering lihatnya cuma "10 Gbps lokal + 300 Internasional." klo enggak gitu mereka nampilin peering mereka.
Bisa jadi yang jualan juga kurang paham apa yang dijual, di Indonesia network itu rumit karena kita banyak exchange banyak peering jadi lumayan harus gali informasi.
 
Lebih tepat nya si penyedia reseller.


Padahal kalau tidak All in one lebih seru dan nyaman, kita sendiri awal nya juga All in one semua kita makan tapi makin kesini setelah di review jauh lebih baik kita fokus ke satu atau dua layanan. kalau saya lihat lebih ke sikap owner bisnis nya seperti apa sih :105:

mungkin ada beberapa cloud yang palugada, tapi coba kita cek beberapa provider fokus di segment tertentu bare metal: ReliableSite, FiberState. kalau dicek network besar, server yang di provide mutakhir jadi ada kualitas yang di jual. sekarang coba kita lihat yang terkenal layanan VPS murah & besar: Contabo. masih juga banyak kendala apalagi yang semua nya di jual.. memang tidak salah tapi alangkah lebih baik kita fokus ke satu, dua atau tiga layanan. bagi2 kue tidak buruk kok.


Bisa jadi yang jualan juga kurang paham apa yang dijual, di Indonesia network itu rumit karena kita banyak exchange banyak peering jadi lumayan harus gali informasi.
klo kurang paham ngeri sih ini om. apa yang mereka jual aja tidak tahu.

ternyata yang benar2 harus kita pahami sebagai customer. seperti yang om bilang diawal.
kita dipaksa untuk memahami "Transparansi di Indonesia itu Mahal".

padahal menurut saya sangat mudah ya om, tinggal cantumkan saja.
toh pelanggan juga jadi tau kemampuan VPS yang mereka sewa seperti apa.
 
keluarin $10 dolar buat test kan gk rugi pak ^_^, buat cari informasi yang concreat.

dari pada buang2 waktu nanyak ke CS bot,
 
Back
Top