[SHARING] Cara Memperbaiki Kerusakan Harddisk pada My Cloud Mirror


Yundar Setiawan

Expert 1.0
Teknologi media penyimpanan saat ini sudah sangat beragam dan semakin canggih. Terutama penyimpanan data berbasi cloud atau online dengan tanpa batas seperti yang sedang banyak di kembangkan perusahaan - perusahaan penyimpanan data digital. Sebelum membahas lebih jauh, sobat bisa belajar dulu tentang apa itu NAS. NAS sendiri singkatan dari Network Attached Storage yang di artikan sebagai perangkat penyimpanan data dengan sistem operasi berdiri sendiri untuk berfungsi untuk melayani kebutuhan penyimpanan data dan juga berbagi data ke pengguna komputer atau perangkat lainnya. Pada dasarnya untuk mengakses perangkat NAS sobat harus terhubung ke jaringan NAS tersebut, bisa melalui jaringan lokal maupun internet.


Teknologi NAS sangat membantu banyak orang mulai dari penggunaan pribadi sampai ke tingkat perusahaan besar. Instalasi perangkat NAS ini juga cukup mudah, dengan cara menghubungkan melalui jaringan seperti hub atau router. Jika sudah terhubung ke jaringan komputer dengan benar maka sobat sudah bisa mengakses data tersebut dengan mudah dan cepat. Untuk keamanan data, sobat juga bisa menambahkan user dan folder yang akan di bagikan ke jaringan dengan password yang bisa di atur sendiri. Teknologi NAS pada umumnya juga menyediakan fasilitas backup data agar data yang kita miliki tetap aman dan tidak hilang karena kerusakan harddisk misalnya.


Banyak sekali keuntungan yang diperoleh dari penggunaan teknologi NAS ini, berikut keuntungannya :
  • Akses data ke beberapa komputer atau gadget lebih mudah dan cepat.
  • Harga dan biaya perawatan yang relatif murah.
  • Memudahkan dalam menyimpan semua data dengan aman dan efisien.
  • Penggunaan NAS cocok untuk bisnis kecil sampai skala perusahaan besar.
Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang cara memperbaiki kerusakan harddisk pada perangkat NAS. NAS yang saya gunakan adalah produknya My Cloud yang berasal dari perusahaan Western Digital di Amerika. Produk My Cloud sudah cukup teruji dan efisien untuk menyimpan data - data penting yang setiap orang butuhkan. Saya sangat terbantu sekali dengan adanya perangkat sederhana My Cloud ini. Di perusahaan saya menggunakan perangkat My Cloud untuk menyimpan database gambar dan database excel, karena perusahaan ini bergerak di bidang mebel klasik untuk di ekspor ke luar negeri.

Perangkat My Cloud dilengkapi dengan Sistem operasi, Processor, RAM, Harddisk, Port ethernet, dan Mode RAID. Perlu sobat ketahui juga harddisk yang di gunakan untuk perangkat My Cloud ini juga berbeda. Untuk kinerja perangkat NAS yang optimal, My Cloud menggunakan harddisk tipe RED yang yang memiliki suhu dan konsumsi daya yang rendah. Teknologi RAID ini berfungsi sebagai sistem virtual untuk menggabungkan beberapa harddisk di slot My Cloud menjadi 1 harddisk. Sistem virtual RAID juga memiliki beberapa level dan bisa kita pilih sesuai kebutuhan kerja.


Berikut beberapa point level RAID yang ada di My Cloud, dan akan saya jelaskan menggunakan ilustrasi saja secara sederhana agar sobat lebih mudah paham :

- RAID 0 (Dengan syarat minimal 2 harddisk)
Merupakan 2 harddisk masing - masing 2TB yang akan di gabungkan bersama menjadi volume tunggal dengan total ruang harddisk 4TB. Tipe seperti ini bisa disebut dengan striping karena data sobat di bagi ke dalam 2 harddisk dengan harddisk 1 berisi separuh data sobat dan harddisk 2 berisi separuh data yang lainnya. Kelebihan mode RAID 0 memiliki ruang penyimpanan yang besar dan kecepatan transfer data ketika sobat membaca maupun menulis di media penyimpanan tersebut. Kekurangan mode RAID 0 ini cukup beresiko, karena jika suatu saat harddisk 1 rusak, sobat tidak dapat membaca apa saja di harddisk 2. Saran saya jangan menggunakan mode ini jika tidak ada data cadangan di tempat lain.

- RAID 1 (Dengan syarat minimal 2 harddisk)
Merupakan 2 harddisk masing - masing 2 TB yang akan digabungkan bersama menjadi volume tunggal tetapi tetap terbaca 2 TB. Ini biasa di sebut mirroring, karena data yang sudah sobat simpan di hardisk 1 akan di salin ke harddisk 2 secara identik atau sama persis. Keuntungan mode RAID 1 ini, data yang sudah sobat simpan akan sangat aman karena ketika ada salah satu harddisk mengalami kerusakan, My Cloud akan mengganti harddisk yang lain untuk mengakses data sobat. Mode RAID 1 sangat saya sarankan untuk sobat pilih jika melakukan instalasi My Cloud baik di rumah maupun di kantor.

- SPANNING (Dengan syarat minimal 2 harddisk)
Merupakan mode penyimpanan data yang hampir sama dengan RAID 0. Mode ini menjadikan 2 harddisk menjadi 1 volume tunggal dengan ruang penyimpanan yang besar. Mode seperti ini juga sangat beresiko untuk data sobat, jika tidak ada cadangan data di lokasi yang lain.

- JBOD (Dengan syarat minimal 2 harddisk)
Merupakan mode penyimpanan masing - masing harddisk 2 TB yang akan di kelola dengan pembagian dua volumen yang berbeda. Sobat akan mendapatkan ruang penyimpanan total 2 TB per drive sesuai kapasitas harddisk sobat. Mode JBOD sebenarnnya hanya seperti drive di komputer biasa dengan terbagi beberapa drive, misalnya drive C: dan drive D: pada My Cloud sobat.Kelebihan mode ini, sobat bisa melakukan backup manual dari drive 1 ke drive 2 dengan total ruang penyimpan sesuai kapasitasnya. JIka ada kerusakan di drive pertama, sobat bisa akses di drive 2 untuk menyelamatkan data sobat. Kekurangan mode ini menurut saya kurang simpel jika sobat menginginkan drive ke dua untuk backup data. Saya lebih menyarankan kembali ke mode RAID 1 agar proses backup data lebih maksimal dan efisien.

Karena artikel terlalu panjang dan lebar, sobat bisa mengunjungi sumbernya yang sudah saya lampirkan. Terima kasih, semoga bermanfaat.
 
Last edited by a moderator:

    
Top