Provider Indonesia Terkesan Kurang Informatif


klo kurang paham ngeri sih ini om. apa yang mereka jual aja tidak tahu.

ternyata yang benar2 harus kita pahami sebagai customer. seperti yang om bilang diawal.
kita dipaksa untuk memahami "Transparansi di Indonesia itu Mahal".

padahal menurut saya sangat mudah ya om, tinggal cantumkan saja.
toh pelanggan juga jadi tau kemampuan VPS yang mereka sewa seperti apa.
mungkin karena port speed gak relevan juga dengan perform jaringan, jadi yang jawab bingung gimana

misal ditulis port speed 100mbps atau 1000mbps, belum tentu bisa (pasti tidak bisa) dapat kecepatan itu di VPS, kalau kapasitas networknya sudah terbagi2.
 
mungkin karena port speed gak relevan juga dengan perform jaringan, jadi yang jawab bingung gimana

misal ditulis port speed 100mbps atau 1000mbps, belum tentu bisa (pasti tidak bisa) dapat kecepatan itu di VPS, kalau kapasitas networknya sudah terbagi2.
klo dibilang tidak relevan dengan perform jaringan itu sendiri, kenapa rata2 hosting luar pada menyertakan itu ya om?
ada 2 vps luar yang saya gunakan rata2 bisa hampir mendekati port speed yang mereka sebutkan (DO dan speedypage).
sebenarnya saya tidak mau membandingkan provider indo dan luar. karena pasti sudah beda kelas, beda regulasi dan beda harga BW juga.

yang saya mau tekankan disini sebenernya kenapa provider2 indo ini tidak bisa setransparan itu?

provider luar aja ada yang berani kasih informasi klo port speed vps mereka hanya 30mbps.
 
saya rasa gak ada niat sembunyikan

di DO yang disebutkan pun, tidak info port speed droplet nya secara spesifik

karena mereka limit di data transfer, sehingga makin cepat speed nya, kuota data transfer makin cepat habis
 
jadi emang sengaja disembunyikan agar tidak digunakan untuk itu om?
masalahnya vpn/tunnel/proxy itu kadang di abuse oleh user nya yang lagganan kyk judol, ddos dll, jadi provider vps jadi risk, karena ada tetangga yang sudah pernah kena panggil ke polda karena masalah itu,makanya lebih baik memfilter user, colek @meAtharva :)
 
masalahnya vpn/tunnel/proxy itu kadang di abuse oleh user nya yang lagganan kyk judol, ddos dll, jadi provider vps jadi risk, karena ada tetangga yang sudah pernah kena panggil ke polda karena masalah itu,makanya lebih baik memfilter user, colek @meAtharva :)
yaa begitu lah +62 :15:
 
Aneh gak sih cuma karna penggunaan jatah penggunaan quota bandwidth misal max 1Gbps (100 TB maupun yg full Unlimited) (maupun yg 100TB tercapai speed drop ke 100Mbps kebijakanya) tercapai atau rata-rata pengguna up to 1Gbps terus sesuai spek terus di cancel, dilimit, di suspend, dan di terminate. Kan masih sesuai dgn apa yg di bayar ? Terserah user penggunaan bandwidth network buat apa, mau torrent, mau download/uploading/mau backup/mau installed gaming/mau tunneling/ vpn/ ya terserah selain dari DDOs yg menyerang server lain sih ITS oke seharusnya, masalahnya kalau providers gak kuat network nya ya upgrade karna ya tugas dia.

misal pesan Dedicated server dengan kapasitas
Dual CPU Intel Xeon E5-2650 v2
RAM : 128 GB
Network : 1Gbps Unlimited
Storage : 2 TB (Samsung Enterprise SSD)
Harga : € 24.00 EUR perbulan

Terus terserah nih penggunaan bagaimana, install ini itu/download ini itu.. rata-rata harian bandwidth terus 1Gbps, terus termonitor oleh providers terus suspend lah dengan alasan mengganggu user lain ? Lah gimana ceritanya ya ? Bukanya habis beli bebas aja ya digunakan?
 
Back
Top