RAM & Swap Memory pada VPS


John Doe

Poster 2.0
Prosentase penggunaan swap itu kondisional, tergantung besarnya RAM.

Pada zaman PC Pentium I, RAM komputer rata-rata masih 32 - 64 Megabyte. Penggunaan swap waktu itu disarankan 4 kali besaran RAM. Waktu itu masih pakai Red Hat v6.0

Kalau PC sekarang, besarnya RAM sudah diatas 1 Gigabyte, kebutuhan Swap cukup 1 kali besarnya RAM atau setengah nya dari besarnya RAM.
 

tepiair

Apprentice 1.0
bisa. selama anda (seharusnya memang) sudah memahami perilaku sistem yg digunakan. keuntungannya ada tambahan ruang untuk keperluan lain.

btw, swap tidak harus berupa partisi khusus, bisa juga dalam bentuk file. jadi bisa diaktifkan ketika sedang galau.
Memakai ram tanpa swap tentu bisa (swapnya 0)

Keuntungannya aplikasi yg berjalan performanya selalu stabil karena dijamin selalu berjalan menggunakan ram
Kerugiannya, ketika aplikasi memakan ram lebih dari alokasi bakal error (out of memory)

Solusinya tetap menggunakan swap (kecil saja untuk menghindari out of memory sewaktu2), namun periodik monitoring penggunaan ram. Apabila sudah 80% dari ram baiknya upgrade spek vps
Banyak provider VPS yg pakai SSD/NVMe secara default tidak ngasih swap agar jatah tulis disk tidak cepet habis.
Prosentase penggunaan swap itu kondisional, tergantung besarnya RAM.

Pada zaman PC Pentium I, RAM komputer rata-rata masih 32 - 64 Megabyte. Penggunaan swap waktu itu disarankan 4 kali besaran RAM. Waktu itu masih pakai Red Hat v6.0

Kalau PC sekarang, besarnya RAM sudah diatas 1 Gigabyte, kebutuhan Swap cukup 1 kali besarnya RAM atau setengah nya dari besarnya RAM.
Terima kasih atas masukan dari Para Master.

Saat ini pemakaian RAM secara rata-rata tidak sampai 20%. Bahkan terkadang melonjak juga tidak tembus 50%.

Dengan hanya RAM dan tanpa Swap, Swap = 0.

Berarti masih aman ya.

Terima kasih.
 

ultra7

Poster 1.0
klo best practice saya di node proxmox, selama RAM msh ada resource dan bisa dialokasikan, VM gak perlu pake swap, krn di beberapa keadaan akan menurunkan performa nya

Banyak provider VPS yg pakai SSD/NVMe secara default tidak ngasih swap agar jatah tulis disk tidak cepet habis.
nah ini tuan, mau nyolong2 tanya hehe, masalah disk write per day ato apalah itu di SSD/NVMe klo utk node proxmox itu real pemakaiannya gmn ya?, apa iya cpt abis?, klo misal dibandingin HDD enterprise yg tertulis 2juta/ 3juta jam MTBF itu kira2 seberapa nya ya?
 

masiqbal

Hosting Guru
Verified Provider
klo best practice saya di node proxmox, selama RAM msh ada resource dan bisa dialokasikan, VM gak perlu pake swap, krn di beberapa keadaan akan menurunkan performa nya
Saya pribadi juga lebih suka tidak pakai swap. Jika memungkinkan, mending nambah ram beneran.

nah ini tuan, mau nyolong2 tanya hehe, masalah disk write per day ato apalah itu di SSD/NVMe klo utk node proxmox itu real pemakaiannya gmn ya?, apa iya cpt abis?, klo misal dibandingin HDD enterprise yg tertulis 2juta/ 3juta jam MTBF itu kira2 seberapa nya ya?
Menurut saya, bukan masalah hypervisor pakai proxmox atau apa, tapi aktifitas di VM itu sendiri seberapa intensif pemakaian disknya.
 

ultra7

Poster 1.0
Saya pribadi juga lebih suka tidak pakai swap. Jika memungkinkan, mending nambah ram beneran.


Menurut saya, bukan masalah hypervisor pakai proxmox atau apa, tapi aktifitas di VM itu sendiri seberapa intensif pemakaian disknya.
nah, seberapa intensive tuan mmgnya sbg gambaran?, ada pengalaman 'ngabisin' nvme?
 

valent

Apprentice 1.0
nah ini tuan, mau nyolong2 tanya hehe, masalah disk write per day ato apalah itu di SSD/NVMe klo utk node proxmox itu real pemakaiannya gmn ya?, apa iya cpt abis?, klo misal dibandingin HDD enterprise yg tertulis 2juta/ 3juta jam MTBF itu kira2 seberapa nya ya?
Ini pakai server sendiri yang di colo atau sewa? Kalau server sewa harusnya nggak perlu khawatir soal masalah TBW pada SSD/NVME. Misalnya untuk SSD m.2 samsung evo 970 pro ini punya spek TBW 1200TB, artinya kalau sehari bisa write sebanyak 1TB maka SSD tersebut akan mengalami kerusakan paling cepat dalam waktu 3 tahun. Tapi spek TBW ini hanya estimasi terendah saja, jadi untuk pemakaian realnya pada umumnya bisa jauh bertahan lebih lama dari yang diestimasikan di atas kertas. Apalagi untuk SSD/NVME yang kelas datacenter pastinya endurancenya juga jauh lerbih baik.

Untuk server yang sewa dari provider biasanya segala kerusakan atau keausan yang terjadi itu umumnya sudah termasuk dalam hitungan biaya sewa yang dibayarkan. Kalau rusak ya tinggal request replacement aja. Yang perlu dihawatirkan itu apabila nggak punya backup data. Lain halnya kalau server milik sendiri yang dititipkan ke datacenter, segala kerusakannya ditanggung sendiri.

Kalau pengen tau berapa banyak TBW yang digunakan pada servernya, mungkin bisa coba pasang aplikasi Netdata. Dari aplikasi tersebut bisa dimonitor untuk aktivitas read/write dari storagenya. Aplkasi smartmontools juga bisa digunakan untuk menganalisa seberapa wear level yang terjadi pada ssd/nvme nya.
 

ultra7

Poster 1.0
Ini pakai server sendiri yang di colo atau sewa? Kalau server sewa harusnya nggak perlu khawatir soal masalah TBW pada SSD/NVME. Misalnya untuk SSD m.2 samsung evo 970 pro ini punya spek TBW 1200TB, artinya kalau sehari bisa write sebanyak 1TB maka SSD tersebut akan mengalami kerusakan paling cepat dalam waktu 3 tahun. Tapi spek TBW ini hanya estimasi terendah saja, jadi untuk pemakaian realnya pada umumnya bisa jauh bertahan lebih lama dari yang diestimasikan di atas kertas. Apalagi untuk SSD/NVME yang kelas datacenter pastinya endurancenya juga jauh lerbih baik.

Untuk server yang sewa dari provider biasanya segala kerusakan atau keausan yang terjadi itu umumnya sudah termasuk dalam hitungan biaya sewa yang dibayarkan. Kalau rusak ya tinggal request replacement aja. Yang perlu dihawatirkan itu apabila nggak punya backup data. Lain halnya kalau server milik sendiri yang dititipkan ke datacenter, segala kerusakannya ditanggung sendiri.

Kalau pengen tau berapa banyak TBW yang digunakan pada servernya, mungkin bisa coba pasang aplikasi Netdata. Dari aplikasi tersebut bisa dimonitor untuk aktivitas read/write dari storagenya. Aplkasi smartmontools juga bisa digunakan untuk menganalisa seberapa wear level yang terjadi pada ssd/nvme nya.
terima kasih banyak tuan @valent penjelasannya, utk kasus saya pake server sendiri tuan, makanya pngen belajar kalkulasi hitungan sparepart SSD/NVMe ini

btw untuk SSD/NVMe kelas datacenter pun ada sub kelas nya yaitu entry, mainstream, dan performance; harga tiap2 kelasnya pun bisa selisih berkali2 lipat, beda di nilai TBW, dan karakteristik profile (speed & latency) read dan write nya
 

Top