Bisakah Harga domain .ID diturunkan?


mlutfiup

Hosting Guru
Cuma 2 .id aja.
Oh ya harap dibedain ya antara penggunaan pribadi sama orang yang ternak domain untuk dijual lagi.

NB: Kayaknya aku tahu nih arah pertanyaannya ke mana? Hehe. :D
kenapa harus dibedain, sama2 bayar juga. bedanya ente naif aja, kalo emang domain itu mahal
nanti kalo domain .id turun pasti argumennya berubah lagi
 

Minimal

Poster 1.0
kenapa harus dibedain, sama2 bayar juga. bedanya ente naif aja, kalo emang domain itu mahal
nanti kalo domain .id turun pasti argumennya berubah lagi
Yang aku pertahinin di sini bukan naik atau turunnya harga .id tapi harga 250K untuk .id itu sudah cukup sesuai dengan nilai pasar. Kalau turun ya bagus.

Logika dan cara berpikir kamu berantakan. Kamu ternak jualan domain .id dan kemarin-kemarin iklanin identity.id yang kamu jual di situs jubel dengan harga sangat sangat fantastis. Tapi bayar 250K untuk renewal aja langsung koar-koar. Itu baru namanya naif.

Atau, kamu udah ternak banyak domain .id dan udah keluar uang banyak untuk daftar dan perpanjangan tapi belum ada yang laku-laku ya? Jadi baper gini. Itu tandanya ada yang salah dengan pola bisnis kamu. Jadi jangan salahin PANDI kalau gitu.

Kamu buka trit ngajak diskusi tapi ada orang yang beda pendapat dan counter argumen kamu, langsung ad hominem. :)
 

mlutfiup

Hosting Guru
Yang aku pertahinin di sini bukan naik atau turunnya harga .id tapi harga 250K untuk .id itu sudah cukup sesuai dengan nilai pasar. Kalau turun ya bagus.

Logika dan cara berpikir kamu berantakan. Kamu ternak jualan domain .id dan kemarin-kemarin iklanin identity.id yang kamu jual di situs jubel dengan harga sangat sangat fantastis. Tapi bayar 250K untuk renewal aja langsung koar-koar. Itu baru namanya naif.

Atau, kamu udah ternak banyak domain .id dan udah keluar uang banyak untuk daftar dan perpanjangan tapi belum ada yang laku-laku ya? Jadi baper gini. Itu tandanya ada yang salah dengan pola bisnis kamu. Jadi jangan salahin PANDI kalau gitu.

Kamu buka trit ngajak diskusi tapi ada orang yang beda pendapat dan counter argumen kamu, langsung ad hominem. :)
nilai pasar yang mana :41:
kok jadi cara berpikir berantakan, dan apa urusannya sama domain yang saya jual. tiap orang bebas mau jadi investor domain atau engga, yang hobi juga banyak mau dikoleksi untuk proyek masa depan.

bukan karna belom laku, baper atau harganya ketinggian sih, gak nyambung jadinya karna gak ada hubungannya samsek.

diawal saya gak ada menyinggung soal bisnis, tapi sebagai pemilik domain yang gampang daftar tapi gak bisa menajaga domainnya tetap aktif.

ya mungkin ada orang2 kaya situ yang senang hati bayar 250rb buat perpanjangan dengan membangun argumen harga segitu pas, gak kemahalan, udah sesuai pasar, yang ujung2nya kalo .id turun malah bagus hiyah hiyah hiyah. yang intinya dasarnya gak make sense ngerujuk kemana pun gak tau. saya sendiri ngerujuk ke pengalaman pribadi memang bener2 terjadi, udah beli udah perpanjang

mau diskusi gimana jawabannya aneh semua, ada lah tergantung kebijakan pandi, ada lah emang kita bisa apa, ada lah harganya wah biar .id gak pasaran. tau deh dasarnya dari mana~
 

Milea Adnan

Apprentice 2.0
Yang aku pertahinin di sini bukan naik atau turunnya harga .id tapi harga 250K untuk .id itu sudah cukup sesuai dengan nilai pasar. Kalau turun ya bagus.

Logika dan cara berpikir kamu berantakan. Kamu ternak jualan domain .id dan kemarin-kemarin iklanin identity.id yang kamu jual di situs jubel dengan harga sangat sangat fantastis. Tapi bayar 250K untuk renewal aja langsung koar-koar. Itu baru namanya naif.

Atau, kamu udah ternak banyak domain .id dan udah keluar uang banyak untuk daftar dan perpanjangan tapi belum ada yang laku-laku ya? Jadi baper gini. Itu tandanya ada yang salah dengan pola bisnis kamu. Jadi jangan salahin PANDI kalau gitu.

Kamu buka trit ngajak diskusi tapi ada orang yang beda pendapat dan counter argumen kamu, langsung ad hominem. :)
+1 :24::24::24:
 

Minimal

Poster 1.0
nilai pasar yang mana :41:
Harga awal ketika .id dibuka untuk umum adalah 500K kemudian karena ada desakan dari publik yang merasakan harga segitu kemahalan maka PANDI menurunkan menjadi 250K yang berlaku sampai sekarang. Dari situ sudah terlihat bahwa "nilai pasar" .id turun dan setidaknya stabil sampai sekarang. Itu bahkan belum termasuk seringnya promo diskon registrasi/renewal/transfer oleh para registrar di Indonesia yang terkadang bisa mencapai 75%.

kok jadi cara berpikir berantakan, dan apa urusannya sama domain yang saya jual. tiap orang bebas mau jadi investor domain atau engga, yang hobi juga banyak mau dikoleksi untuk proyek masa depan.
Di sini cara berpikir dan logikamu mulai berantakan. Itulah saya tulis sebelumnya bedakan penggunaan pribadi dengan tukang ternak domain seperti kamu.

Orang kalau sudah jadi investor, hobiist dan koleksi maka mereka siap dengan yang namanya modal. Mereka sudah berhitung dengan modal X profit. Jadi keluar uang untuk beli domain dan perpanjangan itu sudah dihitung sebagai pengeluaran modal dengan kalkulasi bahwa setelah sekian xxx waktu maka profit akan didapat. Masalah berapa besar modal yang dikeluarkan berbanding berapa lama akan profit dalam bisnis domain itu tergantung dengan kejelian dan nilai domain itu sendiri.

Apakah para investor domain akan protes harga daftar mahal sedangkan mereka bisa jual domain itu seharga 700 juta?

diawal saya gak ada menyinggung soal bisnis, tapi sebagai pemilik domain yang gampang daftar tapi gak bisa menajaga domainnya tetap aktif.
Kenapa harus memaksakan untuk beli .id yang harga 250K kalau kamu bisa beli .web.id seharga 50K saja?
Jangan jawab dengan itu hak mereka.
Semua orang juga punya hak untuk beli Mitsubishi Pajero tapi apakah semua orang punya kemampuan untuk beli Pajero? Sedangkan di luar sana ada banyak alternatif yang jauh lebih murah? Toh sama-sama mobil.
Terus orang yang gak mampu beli Pajero akan protes ke Mitsubishi karena harganya kemahalan?
Apakah dengan .id bisa langsung nomor 1 di Google?
Apakah tanpa .id kamu gak bisa dapat iklan?

Itulah namanya positioning dalam domain. TTS dan TTD.

ya mungkin ada orang2 kaya situ yang senang hati bayar 250rb buat perpanjangan dengan membangun argumen harga segitu pas, gak kemahalan, udah sesuai pasar, yang ujung2nya kalo .id turun malah bagus hiyah hiyah hiyah. yang intinya dasarnya gak make sense ngerujuk kemana pun gak tau. saya sendiri ngerujuk ke pengalaman pribadi memang bener2 terjadi, udah beli udah perpanjang
Argumenmu cuma kaya kaya kaya!
Kalau kamu gak bisa bayar domain .id tapi kamu jualan dan investasi di sana berarti ada yang salah dengan bisnis kamu. Segera perbaiki daripada stress mikirin bayar domain tapi belum laku.

Gak perlu jadi orang kaya untuk bisa bayar 250K setahun.

Orang punya 1 web/blog dengan domain .id 250K plus hosting 300K per tahun. Total 550K. Jika dia monetisasi web/blog dan berisi kontent yang berkualitas. Ada trafik yang lumayan dan dalam 1 bulan dapat fee 1 juta dari iklan plus content placement/sponsoring post. Maka bayar 550K untuk 1 tahun itu tentu gak kemahalan karena dengan nilai domain .id dia saja setidaknya ada income 12 juta per tahun.

Beda dengan orang yang punya 5 domain .id dan bikin web/blog tidak ada isi apa-apa cuma copas, iklan direject terus. Trafik minimalis. Gak ada income. Ya pasti bilang daftar dan perpanjangan domain .id pasti mahal. Karena dia salah dalam berbisnis.

Terus kalau ada investor yang punya 100an domain .id tapi belum profit. Gimana? :D

saya sendiri ngerujuk ke pengalaman pribadi memang bener2 terjadi, udah beli udah perpanjang
Kalau kamu merujuk argumen hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Saya juga beli domain .id dan sudah perpanjang.
Jangan melihat sesuatu hanya dari kemampuan kamu saja tapi lihat kemampuan orang secara umum. Buat saya iPhone X kemahalan banget tapi buat orang lain beli iPhone kayak kacang goreng. Apa iPhone kemahalan bagi mereka?

mau diskusi gimana jawabannya aneh semua, ada lah tergantung kebijakan pandi, ada lah emang kita bisa apa, ada lah harganya wah biar .id gak pasaran. tau deh dasarnya dari mana~
Di sini sudah kelihatan kalau kamu gak menghargai pendapat member-member lain yang sudah kontribusi di trit kamu. Para member itu bukan Zigan Pragata dengan argumen spektakuler-nya.

Kamu menanyakan dasar argumen member lain? Tapi kamu argumen kamu sendiri hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalaman setiap orang gak sama. Kemampuan finansial kamu juga gak sama dengan member lain.

Kamu gak baca postingan pertama saya di trit ini. Di sana sudah jelas saya berikan argumen mengenai positioning dan reasoning kenapa domain .id seharga 250K sudah sesuai seperti itu. Solusi pun sudah saya berikan. Tapi memang kamu yang gak mau menerima pendapat orang lain aja sampai jadi panjang gini. :D

 

Milea Adnan

Apprentice 2.0
Harga awal ketika .id dibuka untuk umum adalah 500K kemudian karena ada desakan dari publik yang merasakan harga segitu kemahalan maka PANDI menurunkan menjadi 250K yang berlaku sampai sekarang. Dari situ sudah terlihat bahwa "nilai pasar" .id turun dan setidaknya stabil sampai sekarang. Itu bahkan belum termasuk seringnya promo diskon registrasi/renewal/transfer oleh para registrar di Indonesia yang terkadang bisa mencapai 75%.



Di sini cara berpikir dan logikamu mulai berantakan. Itulah saya tulis sebelumnya bedakan penggunaan pribadi dengan tukang ternak domain seperti kamu.

Orang kalau sudah jadi investor, hobiist dan koleksi maka mereka siap dengan yang namanya modal. Mereka sudah berhitung dengan modal X profit. Jadi keluar uang untuk beli domain dan perpanjangan itu sudah dihitung sebagai pengeluaran modal dengan kalkulasi bahwa setelah sekian xxx waktu maka profit akan didapat. Masalah berapa besar modal yang dikeluarkan berbanding berapa lama akan profit dalam bisnis domain itu tergantung dengan kejelian dan nilai domain itu sendiri.

Apakah para investor domain akan protes harga daftar mahal sedangkan mereka bisa jual domain itu seharga 700 juta?



Kenapa harus memaksakan untuk beli .id yang harga 250K kalau kamu bisa beli .web.id seharga 50K saja?
Jangan jawab dengan itu hak mereka.
Semua orang juga punya hak untuk beli Mitsubishi Pajero tapi apakah semua orang punya kemampuan untuk beli Pajero? Sedangkan di luar sana ada banyak alternatif yang jauh lebih murah? Toh sama-sama mobil.
Terus orang yang gak mampu beli Pajero akan protes ke Mitsubishi karena harganya kemahalan?
Apakah dengan .id bisa langsung nomor 1 di Google?
Apakah tanpa .id kamu gak bisa dapat iklan?

Itulah namanya positioning dalam domain. TTS dan TTD.



Argumenmu cuma kaya kaya kaya!
Kalau kamu gak bisa bayar domain .id tapi kamu jualan dan investasi di sana berarti ada yang salah dengan bisnis kamu. Segera perbaiki daripada stress mikirin bayar domain tapi belum laku.

Gak perlu jadi orang kaya untuk bisa bayar 250K setahun.

Orang punya 1 web/blog dengan domain .id 250K plus hosting 300K per tahun. Total 550K. Jika dia monetisasi web/blog dan berisi kontent yang berkualitas. Ada trafik yang lumayan dan dalam 1 bulan dapat fee 1 juta dari iklan plus content placement/sponsoring post. Maka bayar 550K untuk 1 tahun itu tentu gak kemahalan karena dengan nilai domain .id dia saja setidaknya ada income 12 juta per tahun.

Beda dengan orang yang punya 5 domain .id dan bikin web/blog tidak ada isi apa-apa cuma copas, iklan direject terus. Trafik minimalis. Gak ada income. Ya pasti bilang daftar dan perpanjangan domain .id pasti mahal. Karena dia salah dalam berbisnis.

Terus kalau ada investor yang punya 100an domain .id tapi belum profit. Gimana? :D



Kalau kamu merujuk argumen hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Saya juga beli domain .id dan sudah perpanjang.
Jangan melihat sesuatu hanya dari kemampuan kamu saja tapi lihat kemampuan orang secara umum. Buat saya iPhone X kemahalan banget tapi buat orang lain beli iPhone kayak kacang goreng. Apa iPhone kemahalan bagi mereka?



Di sini sudah kelihatan kalau kamu gak menghargai pendapat member-member lain yang sudah kontribusi di trit kamu. Para member itu bukan Zigan Pragata dengan argumen spektakuler-nya.

Kamu menanyakan dasar argumen member lain? Tapi kamu argumen kamu sendiri hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalaman setiap orang gak sama. Kemampuan finansial kamu juga gak sama dengan member lain.

Kamu gak baca postingan pertama saya di trit ini. Di sana sudah jelas saya berikan argumen mengenai positioning dan reasoning kenapa domain .id seharga 250K sudah sesuai seperti itu. Solusi pun sudah saya berikan. Tapi memang kamu yang gak mau menerima pendapat orang lain aja sampai jadi panjang gini. :D

maklumin om, dia ga tau JAS METAL (JAngan Sekali2 MElupakan jejak digiTAL) ..

sebelum harganya 250rb, awalnya adalah 500rb, bahkan CBN sebagai salah satu registrar mempropose anything.id itu diharga 1jt utk 5 digit ke atas.
 

Teknoloka

Apprentice 1.0
saya punya domain id, dan langsung belinya 3 tahun. waktu itu lagi promo, 250K dpt 3 tahun...
menurut saya harga dot id 250K pertahun memang kurang pas ..
pas nya 200K (sudah termasuk PPN), kyk domain dot in dr india.
tp klo kebijakan dr pandi nya begitu, mau gimana lagi ..
Mereka lebih ngerti soal beginian ..

bagi yg make domainnya untuk web yg didevelop kyk blog, portal, perusahaan, dll, mungkin tidak terlalu mahal. Malah kadang ga dipikirin, yg penting diperpanjang. Walau tidak sedikit jg yg tidak bisa bertahan dan akhirnya ga diurus lagi trus ga diperpanjang. Tp klo itu dah ke urusan masing2.

Nah klo untuk yg ternak domain / bisnis domain cantik, akan terasa. Namun itulah resiko, mau ga mau harus pinter ngelolanya. So, perlunya manajemen risiko dlm berbisnis.. baik yg sifatnya teknis maupun nonteknis.

Semangat!
 

rendy

Hosting Guru
Verified Provider

    
Top