ASK.. bertahan di reseler atau di vps ?

Discussion in 'Reseller Hosting' started by berkah, 2 Jan 2018.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. megdi

    megdi Apprentice 1.0

    Messages:
    204
    Likes Received:
    43
    Trophy Points:
    28
    Agree with u.
    Dari awal gak pernah ambil Reseller. Karena alsannya ya ini, Lebih kepada trust.
    Dan kalau pegang sendiri lebih flexible mau diapain tuh client dan server.
    that's it. :D

    Kalau ini sih sebenar nya gampang. tinggal trial n error terus dan terus di Google bisa.
    Yang susah itu kalau ada yang error. Harus ngerti cara kerja dan dianalisis kemungkinan error dimana dan cek satu persatu.
     
  2. megdi

    megdi Apprentice 1.0

    Messages:
    204
    Likes Received:
    43
    Trophy Points:
    28
    Agree with u.
    Dari awal gak pernah ambil Reseller. Karena alsannya ya ini, Lebih kepada trust.
    Dan kalau pegang sendiri lebih flexible mau diapain tuh client dan server.
    that's it. :D

    Kalau ini sih sebenar nya gampang. tinggal trial n error terus dan terus di Google bisa.
    Yang susah itu kalau ada yang error. Harus ngerti cara kerja dan dianalisis kemungkinan error dimana dan cek satu persatu.
     
  3. Ilham Hakim

    Ilham Hakim Apprentice 1.0

    Messages:
    308
    Likes Received:
    47
    Trophy Points:
    28
    Sama persis dengan pemikiran saya 2 tahun lalu :D

    reseller/vps sama2 ada plus minusnya. Jika pindah ke vps plusnya akan banyak belajar dan lebih leluasa mengatur server. Minusnya harga lebih mahal, tingkat kesulitan semakin tinggi, akan menemui permasalahan2 baru yang tidak pernah ditemui di reseller.

    Kalau bertahan di reseller, plusnya lebih menguntungkan karena lebih murah dan lebih santai karena server diurus upline. Sedangkan minusnya, si upline sering tidak paham apa kebutuhan kita, tidak leluasa dalam mengelola server, jika server down kita tidak bisa berbuat apa2 kecuali lapor ke upline, oke jika respon cepat tetapi jika respon lambat bisa merusak reputasi kita. Dari pengalaman saya dulu menggunakan reseller, yang terburuk adalah masalah backup data. Saat upline ada masalah di servernya, lalu dia mau migrasi server dia lakukan backup dan transfer ke server baru. Tanpa dia ketahui pada saat dilakukan backup ada pengunjung datang ke web klien kita dan menginput sejumlah data. Sedangkan data yang terbawa ke server baru adalah data yg dibackup sebelum si pengunjung menginput data, terjadilah perbedaan data di 2 server. Belum selesai, kemudian upline mengalihkan DNS ke server baru, selama propagasi beberapa pengunjung masih datang dan input data ke server lama (karena masih proses propagasi), jadi semakin banyak kesenjangan data. Belum selesai, saat proses propagasi sebagian pengunjung sudah bisa akses web yang berada di server baru, lalu input data juga, data baru tersimpan di server baru. Kacau sudah datanya. Lalu setelah propagasi selesai, para pengunjung datang ke web dan mendapati data yg mereka input hilang. :D jika itu data penting seperti data keuangan, saldo, layanan, atau apapun dan itu sebagian ada di server lama, sebagian di server baru, semua jadi tidak match dan tidak urut. Mau tidak mau klien kita yg rugi karena data hilang. Oke jika klien hanya 1 atau 2, waktu itu saya sekitar 80an web.:107: maaf jadi curhat. :24:

    intinya saya menyarankan ke VPS, dan yang saya dapati setelah pindah ke VPS adalah, Ternyata tidak sesulit yang dibicarakan, tutorialnya buanyak bertebaran di internet :D. apalagi klien baru 30, masih tidak terlalu repot mengurus klien jadi bisa lebih fokus belajarnya. Waktu saya pindah ke VPS klien saya udah ratusan. Migrasi dari server cpanel (reseller) ke server cpanel (root) nggak mudah lho, saya migrasi puluhan akun aja rasanya kayak habis push up, pegel semua.:24:
     
  4. alexistdev

    alexistdev Apprentice 2.0

    Messages:
    540
    Likes Received:
    95
    Trophy Points:
    28
    kuncinya adalah di backup. masih baru belajar vps, backup aja tiap hari, Jika ingin menggunakan vps. klo perlu sewa google drive utk media backupnya. Jika error terjadi maka restore, jika parah redeploy dan restore. Jika brani nekat pasti cepat bisa, asal siap modal aja karena seperti yang dulu pernah dibilang rekan DWH, ombak yang tinggi menciptakan pelaut handal. Besarnya kesulitan makin mempercepat anda belajar untuk bisa, dan memang pengalaman itu harganya mahal.

    Klo ragu2, coba aja buka 2 kanal reeseller dan vps, pindahkan klien ke vps khusus klien yang tidak terlalu tinggi resiko nya, semisal klien yg halaman web nya static, jangan yg selalu perbaharui data setiap hari.
     
    Khaerul Zafi likes this.
  5. Ilham Hakim

    Ilham Hakim Apprentice 1.0

    Messages:
    308
    Likes Received:
    47
    Trophy Points:
    28
    ada kok VPS yang lebih murah, gak harus 700rb, mulai dari spek VPS pas-pasan dulu untuk belajar. dan bersedialah mengorbankan uang untuk belajar menggunakan VPS selama minimal 1 bulan
     
  6. alexistdev

    alexistdev Apprentice 2.0

    Messages:
    540
    Likes Received:
    95
    Trophy Points:
    28
    dari pengalaman saya eerror saat backup ke google drive, disarankan:
    2 core dan ram 2 gb jika mau pakai WHM/Cpanel, tapi ini dari pengalaman saya saja, karena ada 1 website saya yg menggunakan resource yang sangat tinggi, jadi backup ke google drive ga jalan krn ini.
     
  7. hendranata

    hendranata Hosting Guru Web Hosting

    Messages:
    3,244
    Likes Received:
    447
    Trophy Points:
    83
    iya biasanya karena load average tinggi jadi proses backup daily nya ga bisa jalan. walaupun bisa di setting di tweak setting tapi ga rekomen kalo load uda tinggi dipaksain untk jalan backup jg..
     
    alexistdev likes this.
  8. berkah

    berkah Apprentice 1.0

    Messages:
    253
    Likes Received:
    23
    Trophy Points:
    18
    terima kasih semua atas saran nya...semoga usaha anda semua laris manis
     
Loading...
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

Loading...